Belajar Kelompok atau ngerumpi kelompok?

Banyaknya tugas yang di berikan oleh guru membuat murid memutuskan untuk membentuk sebuat gank “belajar kelompok”, bahkan gurusendiri justru menganjurkan para siswa untuk belajar kelompok. Tapi permasalahannya adalah apakah orang tua mengijinkan atau tidak. Karen atidak bisa di pungkiri bahwa kadang orang tua merasa was was kalau anakanya pergi keluar rumah dengan alasan belajar kelompok, “jangan jangan hanya sekedar mau main main aja”. Itu yang selalu mereka fikirkan. Dari obrolan pagi ini, banyak yang menyatakan bahwa orang tua sebenarnya tidak terlalu mengekang anaknya untuk belajar kelompok, asalkan tujuannya benar, dan si anak sendiri juga bisa menjaga kepercayaan yang di berikan oleh orang tua. Kebanyakan yang sms mengatakan dikasih ijin untuk belajar kelompok asal jelas maksud dan tujuannya. Tapi ada juga yang ga diijinin, “Bay Haqqi arek Suroboyo bagi aku belajar klpk itu 50 % dan bljr di rumah 50% jadi gak Masalah tapi Jaman skrg jaman Anak GAUL harus berhati2 deh kata wong Jowo ” Jare Kates kok mateng Jare LES kok METENG wis ma’af bae Tks” idiiihhhhhh serem banget curiganya. Kalo yang gabung lewat telpon Ine, Cimut dan Cek Mar” semuanya menyatakan hal yang serupa, kalo bisa belajar kelompoknya di rumahnya aja. Walaupun di ijinkan, itu membuktikan bahwa banyak orang tua yang masih merasa was was dengan kepergian anaknya walaupun itu untuk belajar kelompok. Untuk itu, saya menghubungi narasumber, namanya Ibu Yuyun , beliau adalah seorang guru Biologi di SMAN 13 Palembang. Lewat obrolan ini, Ibu Yuyun menjelaskan keuntungan keuntungan belajar kelompok itu sendiri. Maklum, ibu Yuyun adalah salah seorang guru yang sering memberikan tugas untuk di kerjakan dengan kelompok. Menurut beliau, dengan belajar kelompok, selain bisa mengajarkan mereka untuk untuk menghargai pendapat orang lain, belajar kelompok juga bisa membuat mereka lebih aktif dan berlomba lomba untuk menjadi yang terbaik. Tidak hanya sampai disitu, kalau sudah mengerjakan tugas kelompok, mereka juga di ajarkan untuk berdiskusi tentang masalah yang mereka kerjakan dalam tugas kelompok itu sendiri, dengan demikin murid tidak akan bosan dengan cara belajar yang hanya duduk, menerima pelajaran yang belum tentu mereka mengerti.

Wahhhh, bener banget ya……..makanya jangan terlalu mengekang anak kalau mereka mau belajar kelompok, tapi tetap donk harus ada pengawasan baik dari orang tua atau guru……^^ (Ranie)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: