PONARI Si DuKun Cilik Dari Jombang

Siapa yang gak kenal ponari???? Muhammad Ponari….adalah seorang anak kecil yang berasal dari Jombang, Jawa Timur, telah menemukan sebuah batu ajaib yang menurut cerita warga sekitar dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, Bagaimanakah asal muasal penemuan batu ajaib tersebut??? Begini Ceritanya….Menurut Ponari, batu ajaib itu ditunggu dua makhluk gaib, laki-laki dan perempuan bernama Rono dan Rani. Dua makhluk gaib itulah yang selama ini memberikan amanat kepada Ponari untuk menolong orang sakit melalui batu yang ditemukan pertengahan Januari 2009 lalu. Kisah penemuan batu sebesar kepalan tangan anak-anak berwarna coklat kemerahan itu cukup dramatis dan bernuansa mistis. Ponari dalam ceritanya beberapa waktu lalu mengungkapkan, batu itu ditemukan secara tidak sengaja, yakni saat hujan deras mengguyur desanya. Sebagaimana bocah-bocah seusianya, Ponari bermain-main di bawah guyuran hujan lebat yang sesekali diiringi suara geledek. Pada saat itu, lanjut Ponari, bersamaan suara petir yang menggelegar, kepalanya seperti dilempar benda keras. Sejurus kemudian, Ponari merasakan hawa panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Bersamaan itu, Ponari merasakan ada batu berada di bawah kakinya. Batu tersebut mengeluarkan sinar warna merah. Karena penasaran, batu itu dibawa pulang dan diletakkan di meja. Dari pengakuan sang nenek Ponari yang bernama Mbok Legi…Batu ajaib tersebut dulu pernah dibuangnya di rerumpunan bambu yang berada kira-kira berjarak 100m dari rumahnya, namun yang terjadi tanpa sepengetahuan Mbok Legi ternyata batu itu telah berada di rumahnya lagi. Tidak ada yang tahu siapakah yang membawa pulang batu tersebut…yang jelas bukan dinda ya….he…he. Entah bagaimana caranya, kabar kedigdayaan batu itu cepat menyebar. Orang berbondong-bondong datang meminta pertolongan kepada Ponari dan batu ajaibnya itu. Pasiennya membanjir dari delapan penjuru angin. “Jika sebelumnya rata-rata pengunjung 5.000-9.000, sekarang diperkirakan mencapai sekitar 15.000 orang.”Dalam waktu sekejap, tak sampai sebulan, Ponari menjelma jadi sebuah brand yang menasional. Ia bagaikan sebuah mantra ajaib bagi mereka yang mempercayai. Obat bagi sembarang penyakit. Ehmmmm,,,,ini yang membawa puluhan ribu orang rela mengantri berjam jam bahkan berhari hari untuk mendapat air dari batu ajaibnya Tapi dengan banyaknya pasien, Ponari yang memang hanya manusia biasa, akhirnya jatuh sakit. Ia terserang demam setelah kecapekan mencelupkan batu yang dipegangnya dalam botol air sebagai media penyembuhan. Aneh juga ya, dia justru tak memanfaatkan batu ajaib itu untuk mengobati dirinya sendiri. Keluarga Ponari membawanya ke meja praktek dokter di rumah sakit. Paradoks, eh? Tapi ini kita kesampingkan dulu, yang pasti popularitas Ponari juga menelan korban. Empat orang meninggal, bukan karena menenggak air yang sudah dicelup batu ajaib itu, melainkan akibat terinjak-injak pasien yang berdesak-desakan. Polisi lalu menutup praktek pengobatan Ponari untuk sementara waktu. Orang tua Ponari setuju. Di depan Bupati Jombang, orangtua Ponari bahkan terus terang menyatakan ingin berhenti melayani pengobatan supaya sang anak bisa meneruskan sekolah lagi. Ponari masih duduk di bangku kelas tiga SD. Tapi hari ini 12 maret 2009, saya membaca sebuah tulisan di salah satu internet , bahwa KNPA(komisi nasional perlindungan anak) telah memberi izin praktik kembali u tuk ponari, asalkan memang ponari yang berniat membuka prakteknya, bukan karna ada paksaan dari pihak manapun? Kenapa ini bisa terjadi , apa yang terjadi sesungguhnya di balik ini semua?. Bagaimanapun ajaibnya ponari, dia berhak menikmati masa kecil mereka selayaknya, termasuk hak mendapatkan pendidikan. Ini yang menjadikan saya tertarik untuk membahas tema kisah ponari di dapur dangdut kamis 12 maret 2009. Saya ingin tau kalau menurut pendapat nya teman dangdut, andaikan ponari adalah anak atau keluaga dari temen dangdut, apakah teman dangdut akan tetap memberikan izin agar ponari membuka praktik kembali? Atau ternyata menutup praktik sampai dengan ponari menyelsaikan sekolahnya? Karna bukan tidak mungkin, ponari akan kehilangan kesempatan belajar, bila menangani puluhan ribu orang setiap harinya..benar kan? Line sms lansung saya buka di 0811781067, tapi nggak lupa saya temani dulu teman dangdut dengan lagu si kecil dari rita sugiarto. Berbagai opini mulai berdatangan, Joni di sungai mampat berpendapat justru bagus ponari bisa membantu orang, karna ini sebuah mukzizat dari tuhan , trus ada juga armanda di km18 menurut nya mungkin ada baik nya praktek ponari itu tetap dibuka karna menyangkut masalah sosial yg sangat dibutuhkan oleh banyak orang. akan tetapi pihak2 dr yg bersangkutan harus bersìkap & bertindak bijaksana. yg artiya harus bisa mengatur waktu. misalnyadiaskolahyapagì. waktu prakteknya brarti sore.begitu pula sebaliknya. harus pandai mengatur waktu,walau hanya satu jam saja. Begitu juga dengan Sita dipedu, menurutnya biarkan saja ponari membuka buka praktek pengobatan karena menolong masyarkat yg membutuhkan,tapi buka nya pas pulag sekolah jd tdk mengangu, IDA di OKI pun demikian , menurut nya biarin aja terus obati org,tapi sekolah juga di perhatikan, karna pendidikan jg penting, iboy semuntul pun berpendapat yang sama, menurut aku terusin aja pengobatan nya sebab menolong orang yng sakit itu adala pekerjaan mulia . Ehmmmm…..artinya rata rata temen dangdut setuju ya atas keputusan Komisi Nasional Perlindungan Anak (KNPA) yang mengizinkan ponari untuk membuka praktiknya kembali. Tapi ada juga teman dangdut yang ternyata tidak setuju dengan dibukanya kembali praktik ponari, karna menurut tika di cengol, lebih baik dihentikan, karna lama kelamaan akan mempengaruhi perkembangan jiwa si ank . ehmm… begitu juga dengan bang Heru-di gedung burik “Boleh saja kagum pada Ponari..tapi jgn lupa…Ponari tetaplah anak2 yg perlu bermain, belajar dll ,layaknya anak2 . Begitu juga dengan cimuut! Yang ternyata sangat tidak setuju dengan dibukanya praktik dukun cilik ponari, krn psti smua nya itu ad dmpaknya. Ngak mungkinlah segalanya berjalan dgn mulus2 amat. Karena orng yg punya kekuatan suatu saat akan bisa lemah juga. Ada juga tono yang sangat tidak setuju kalo praktek ponari diteruskan, kan kasihan dia masih anak2, dia prlu sekolah, prlu bermain dgn temn2ny.pasti dia akan merasa tersiksa bgt melayani smpai 5000 pasien.Walaupn itu sbenranya untuk kemashalatan orang banyak, tetapi toh skrg zaman udah modern, bnyk pgobtn yg lebih bgus, bukan malah percya pd hal2 bgtu, apalagi sampai menelan korban karna berdesak desakan. Miris memang rasanya temen dangdut, disaat pemerintah kita sibuk mencanangkan berobat gratis, jombang dengan khabar besar dukun cilik menjadi pusat untuk penyembuhan, sampai rela meregang nyawa. Untuk megetahui kebenaran dibukanya praktik kembali, dinda memcoba menghubungi pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesi(KPAI), tapi ternyata belum bisa terhubung, akhirnya dinda bisa menghubungi salah satu anggota Komisi nasional Hak Azazi manusia( KOMNAS HAM) dengan pak Nurkholis yang duduk di sub komisi pemantauan dan Penyelidikan. Ditanya seputar dibukanya kembali praktek poanri, si dukun cilik dari jombang, pak nurkholis membenarkan adanya persetujuan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak, karna memang katanya ini adalah kehendak dari ponari sendiri, dia bahkan mengancam tidak mau sekolah, bila praktiknya dilarang. Tapi tetap dengan catatan dibawah pengawasan pihak pihak tertentu, agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, karna bukan tidak mungkin dengan nilai rupiah yang mampu sangat fantastik mamu dikumpulkan ponari, ada pihak pihak yang memnfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Namun sebagai seorang individu yang juga seorang ayah, pak nurkholis menyatakan sangat tidak setuju dengan dibukanya kembali praktik ponari , karna ini dangat berpengaruh dengan perkembangan jiwa si anak, dengan kata lain di usianya yang baru masuk 10 tahun ini, orang tuanya telah menghilangkan hak hak anak, seharusnya pihak keluarga bisa atau mampu memberikan pengarahan yang baik untuk ponari agak lebih mengutamakan pendidikan, apalagi di tengah kondisi pendidikan Indonesia yang tak terlalu berpihak pada anak-anak kurang mampu, Ponari harus terus kita dorong untuk terus menimba ilmu lebih tinggi lagi. (Dinda aye).

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: