Punya istriku kok lebih besar…???

Kok punya istri lebih besar? Pertanyaan seperti itu bisa saja di ungkapkan oleh suami yang ternyata penghasilan istri lebih besar daripada penghasilannya sebagai kepala keluarga. Apakah hal ini akan menjadi masalah kelak di dalam kehidupan keluarga? Bisa saja jawabannya “iya”. Terlebih kalau sang istri merasa sudah bekerja keras dan bisa menghidupi keluarga , dan suami justru hanya sibuk dengan harga dirinya karena ternyata dia sebagai kepala keluarga merasa tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Di tengah kesensitifan sang suami, istri justru hadir dengan keluhan keluhannya karena capek kerja dan masih harus masak, mandiin anak, cuci piring dll (yang memang sudah menjadi tugas istri). Nah, bukankah itu bisa jadi pemicu pertengkaran ? Dan kalau memang kejadiannya seperti itu, artinya kalau penghasilan istri lebih besar dari penghasilan suami, itu akan menjadi masalah kan? Tema dapur dangdutt bersama Telkomsel pagi ini banyak yang memberikan komentar untuk hal ini. Banyak yang mengatakan kalau sebenarnya hal itu tidak perlu dijadikan masalah, dan tidak akan bermasalah kalau seandainya suami bisa menghargai istri, itu sms dari Eka (EET) yang ada di Aurstanding. “Menghargai istri”, dari kata kata itu, bukankah jelas bahwa istri ingin dihargai setelah apa yang dia lakukann atau kerjakan? Nah, hal sepele seperti ini bisa saja menjadi api pertengkaran yang sangat besar lo kalau kedua belah pihak tidak saling memahami. Iya kannnn???? Berbeda dengan smsnya Eka, Sparing DJ, yang bisa on line bilang, kalau suami harus cari kerja sampingan untuk paling tidak menyetarakan penghasilannya. Dari pernyataan itu, kembali aku bertanya kalau suami hanya sibuk cari uang, bagaimana dengan waktu yang seharusnya untuk keluarga? Bukankah keluarga (anak dan istri) memerlukan ayah / suami sebagai pelindung dan payung dalam keluarga bukan hanya sibuk dengan mencari uang? Karena ujung ujungnya pasti akan bertengkar lagi…!!! Jadi gimana donk? Apa istri harus berhenti dari tempat kerjanya dan diam di rumah menunggu anak dan suami pulang ke rumah? Mungkin semuanya akan menjadi lebih mudah seandainya didalam keluarga bisa saling menjaga komunikasi, istri juga kalau bisa memenuhi kebutuhan sehari hari jangan melebihi jumlah gaji suami. Karena dengan begitu, suami akan merasa bahwa dia bisa menjalankan perannya sebagai seorang kepala keluarga yang bisa menafkahi keluarganya. Ada yang punya cara lainnn…??? (Ranie)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: