Berani bayar 50 juta?

kimia-rokok1Siapa yang tidak kenal rokok? Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain adalah candu. Efeknya bisa membuat orang menjadi adiksi (ketagihan) merokok. Salah satu kunci utama untuk mengurangi merokok bagi perokok adalah memutus rantai siklus adiksi nikotin. Dari 4.000 bahan kimia yang terkandung dalam asap tembakau, nikotinlah yang bisa menimbulkan ketagihan. Sifat adiksi nikotin ini bisa mendorong kebiasaan merokok yang berlebihan. Contohnya, setiap bangun tidur, pencandu rokok kurang afdol tanpa menyalakan sebatang rokok sembari menikmati secangkir kopi. Bahkan, bagi yang sudah sangat ketergantungan, merokok dianggap lebih penting dari sarapan pagi. Inilah bahayanya, ketika rasa lapar mampu digantikan oleh kepulan asap rokok, bukannya gizi yang masuk dalam tubuh melainkan racun. Untuk mendukung terwujudnya palembang yang BARI khususnya bersih dari asap rokok, juga dengan alasan kesehatan seperti yang saya sudah beberkan diawal, maka sebanyak enam kawasan tanpa rokok (KTR) akan segera diberlakukan pertengahan April 2009 di kota palembang . Ketua Komisi IV DPRD kota Palembang, Irmaidi SH yang berhasil saya hubungi lewat interaktiv telfon mengatakan perda inisiatif inii diambil untuk mendukung visi misi walikota terpilih yaitu menjadikan kota palembang kota internasional sejahtera berbudaya dan regilius, juga ada program dari pemerintah kota palembang yang ingin membuat palembang ini menjadi kota yang GREEN, CLEAN AND BLUE yang artinya HIJAU (dengan lebih banyak menanam pepohonan dan penghijauan lainnya baik di kantor kantor pemerintahan, perusahaan dan tempat umum ), CLEAN( palembang bersih dari asap rokok dan kendaraan ) dan BLUE ( palembang yang Biru dengan bebas polusi udara) , sementara untuk enam kawasan tanpa rokok itu adalah tempat umum, tempat belajar, tempat permainan anak, pusat kesehatan, tempat kerja dan tempat ibadah.”Tapi untuk sosialisasi tahun ditekankan pada empat kawasan dulu seperti tempat umum, tempat belajar, pusat kesehatan dan tempat kerja,” Pelanggarannya dikenakan denda Rp 50 juta dan atau kurungan 3 bulan, dan ini tidak memandang usia . Wah gimana nii bagi pecandu rokok? Kalau temen dangdut setuju atau nggak sih dengan adanya perda kawasan bebas rokok ini? Bagi hendri di talang fatimah setuju bnget krna dia sngat benci sm rokok, begitu juga dian di pakjo menurut nya merokok itu emang gak bagus jadi memang sangat perlu untuk diberlakukan perda kawasan bebas rokok . Ada juga yani ampera yang mengaku memang paling gak enak menghisap bau rokok, Iran di sungai beton pun setuju kalau merokok itu sangat merugikan kesehatan. Tapi ada juga Fitri di pulau rimau yang justru merasa tidak bermasalah walaupun tidak adanya perda kawasan bebas rokok, karna menurutnya suaminya adalah perokok berat, kasiahan katanya kalau sampe dilarang, wah.. mb fitri gimana ni, sayang suami kok malah dibiarkan merokok yang sudah jelas jelas merusak kesehatan, AdUhhhhhhhhh. Tapi ternyata tidak hanya fitri yang merasa tidak bermasalah andai perda ini tidak ada, karna bang ABK dari keluang muba pun merasa keberatan sekali bila ada perda larangan merokok ditempat umum, karna kata bang ABK sehari semalam 24 jam bang ABK bisa 4 bungkus rokok yang dihabiskan, gak takut kena denda ni 50 juta bang? (dinda aye).

  1. wah kalo itu mah…enakan dibuat usaha aja, darimana coba uang sebanyak itu? mikir dulu dong ….enak sih enak..tapi kalo bisa ngerusak…kehidupan anda (pendapatan, kesehatan, keluarga, dan orang lain,masih banyak lagi) mendingan ditabung aja uangnya untuk masa depan terlebih yang belum nikah mendingan untuk resepsi atau ngelamar si doi..pasti seneng kan kalo ada uangnya dan aku yakin yayang tambah sayang dan pengen cepet2 dilamar? hehehe jadi pengen ah……

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: