Ga terasa hampir 100 hari

foto mas Aldien beberapa hari sebelum pulang ke Jawa

foto mas Aldien beberapa hari sebelum pulang ke Jawa

Aldieno Moreno (Nur Khafidlin bin Mukkri)
lahir 21 Oktober 1983, merintis karir di dunia broadcash (radio) sejak usia sekolah di Pekalongan. Kegagalan demi kegagalan telah beliau alami, tapi kegagalan itu dijadikan cambuk untuknya. Hingga akhirnya diusia yang masih muda (saat itu masih duduk di bangku SMA), beliau telah berkecimpung di dunia radio. Entah bagaimana asal usulnya, pada awal tahun 2007, Aldieno Moreno hijrah ke Palembang dan bekerja di RDTPI Palembang. Beliau menjadi orang yang dipercaya mengatur jalannya program RDTPI. Dalam perjalanan kariernya di Palembang, banyak hal hal baru yang dia temukan. Beberapa bulan kemudian, aku (Ranie) juga bergabung di RDTPI Palembang sekitar bulan April ’07 (resmi bergabung Juni ’07). Hari hari kami lalui bersama, waktu itu penyiarnya hanya 2, Aldien dan Ranie. Beberapa bulan kemudian, datanglah Eko Adji Soebijantoro (OM RDTPI). Sekitar bulan Oktober, masuklah beberapa penyiar lagi, mereka adalah Reno, Dinda, dan Sri Nuraini ( Adm), menyusul kemudian Jay, Danu Ismadi, Lovi, Mujib (maaf jika ada yang belum tersebutkan namanya disini…). Perlahan lahan RDTPI Palembang mulai ramai dengan pendengar setia dan crew nya. Jatuh bangun kami rasakan bersama sampai pada suatu saat, Aldieno Moreno merasakan ada hal yang aneh pada tubuhnya. Sebenarnya, sejak tahun 2007 mas Aldien sudah merasa sakit punggung, tapi dia mengira itu karena salah kasur atau kecapek’an aja. Sampai pada Januari 2008, sakit ini semakin sering terasa. Beliau ke RS untuk memeriksakan kesehatannya. Tapi kata dokter semua baik baik saja, dan beliau hanya di kasih obat anti nyeri dan antibiotik. Tapi, rasa sakit itu terus dirasakannya (menurut cerita mas Aldien) dan terus menggrogoti tubuhnya. Merasa tubuhnya semakin lemah dan keinginannya untuk mengobati sakitnya yang menurut dokter tidak ada penyakit itu, beliau memutuskan untuk resign dari RDTPI. Seakan tak mau menerima keputusan itu, kami yang memang sudah terlanjur dekat, terlanjur menyayangi dan mencintai beliau kami hanya bisa menangis. Bahkan beberapa kali kami melihat air mata mas Aldien hampir tertumpah saat beliau siaran terakhir (perpisahan) dengan kami (Sabtu 31 Mei 2008).

Dan, hari itu tiba. Minggu, 1 Juni 2008 kami mengantar kepulangan mas Aldien ke Jawa dengan isak tangis (kalo ingat ingat, persis film India). Harapan kami 1, yaitu “kesembuhannya”

Sempat mendapatkan kabar yang baik tentang kondisi kesehatan mas Aldien membuat kami gembira. Tapi, hanya sekali berita baik itu kami terima. DAN SELEBIHNYA…kabar yang kurang baik tentang kondisinya.

Akhirnya……….hari Sabtu, 14 Maret 2009 (usai Shubuh), Aldieno Moreno menghembuskan nafas yang terakhir_____________________________________________________

Tak mampu lagi mengungkapkan perasaan kami___________________________________

Di RDTPI Palembang, menggelar doa bersama dan baca yasin untuk mendoakan almarhum di hari 1, ke 3, ke 7 , ke 40 hari_______________________________________________

Dan ga terasa…..Minggu 21 Juni 2009 adalah hari yang ke 100 kepergian Almarhum_______________

Sebenarnya aku berharap bisa menggelar doa bersama di 100 hari kepergian Mas Aldien (alhm), tapi____________________(butuh pendapat teman teman)

Walaupun MUNGKIN ga’ bisa datang, mohon doa untuk almarhum (Nur Khafidlin bin Mukri)___________(Ranie/ RDTPI)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: