Cinta Lokasi Dilingkungan Masyarakat atau Dilingkungan Kerja

Setiap orang pasti mempunyai perasaan yang berbeda-beda, dan perasaan cinta itu juga biasanya bisa timbul dimana aja dan kapanpun, tanpa membedakan usia ataupun status. Bagi yang masih single mungkin tidak ada salahnya dengan hal yang satu ini, namun bagaimana halnya, jika cinta lokasi ini terjadi pada orang yang sudah berkeluarga. Jangan dikira orang yang sudah berkeluarga terlepas dari virus yang satu ini. Virus cinta ini terkadang juga menyerang orang yang sudah berkeluarga. Ya walaupun nggak semuanya, tapi pasti ada salah satunya yang mempunyai sifat seperti itu.

Nah cinta lokasi, itu tema kita hari ini cinta lokasi dilingkungan kerja atau juga dilingkungan masyarakat. Banyak sekali yang berminat untuk menanggapi masalah cinta lokasi ini. Ada beberapa yang beranggapan boleh dan ada juga yang nggak boleh. Mereka punya jawaban sendiri untuk pernyataan yang mereka keluarkan. Baik lewat sms atau telp, mereka berlomba-lomba untuk kasih komentar tentang tema hari ini.

Tapi disini yang cukup menarik perhatian saya sms yang datang dari “Sephia Handayani di tanjung siapi-api, dia berpendapat bahwa cinta lokasi itu nggak boleh, apalagi yang sudah berkeluarga. Yang muda saja rasanya tidak penting untuk cinta lokasi, apalagi yang sudah berkeluarga. Cinta lokasi keseringan menimbulkan perasaan bosan karena hampir setiap hari harus berhadapan dengan si dia”

Kemudian untuk line telp ada yang lebih lucu lagi nih…… ada Leni yang di Sungai Lilin, “syah-syah saja adanya cinta lokasi. Malahan menurut leni sendiri orang yang sekarang menjadi suaminya adalah atasannya ketika dia bekerja disalah satu pabrik tempat dimana dia bekerja.dan itu juga sebenarnya hasil dari cinta lokasi dan sampai ketahap yang lebih serius lagi, kemudian lanjut ke pernikahan, dan pernikahan itu masih berlanjut sampai sekarang”

Wah…………… asyik juga ya kita mendapatkan pasangan hidup dari cinta lokasi. Namun menurut saya pribadi sebisa mungkin cinta lokasi itu harus dihindari, karena selain bisa mengganggu rutinitas sehari-hari, juga bisa menjadi masalah ketika hubungan putus ditengah jalan dan juga harus bertemu dengan dia setelah tak lagi ada hubungan, sebagian besar orang jika sudah putus maka akan menganggap musuh. Nah disitulah letak ketidaknyamanan yang sesungguhnya. (viana)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: