Campursari dan Campuran Bahasa

Kalo Anda mendengar kata Campursari, mungkin yang ada di benak Anda adalah lagu lagu Jawa dengan bahasa Jawa yang kromo. Yeach, seharusnya memang begitu, tapi kalo Campursari ala Ranie ga gitu. Bukan bermaksud meminggirkan bahasa Jawa diacara Campursari, tapi memang karena saya agak kurang fasih berbahasa Jawa, jadi mohon maaf saya tidak bisa membawakan Campursari dengan bahasa Jawa yang kromo, tapi menggunakan bahasa yang dicampur antara Bahasa Jawa, Indonesia, dan Palembang serta sesekali pake bahasa Batak.

Tadinya saya agak kurang pede dengan hal itu, tapi ternyata keragaman bahasa di Campursari justru membuat acara ini diminanti oleh banyak orang yang notabenenya bukan orang Jawa (saja).

Hal itu dibuktikan pagi ini. Minggu yang dingin (22 Nov ’09) karena sejak dini hari Palembang diguyur hujan. Ranie hadir di 102,9 FM RDTPI Palembang diacara Campursari RDTPI. Sms yang bergabung banyak banget, bahkan bisa dibilang lebih banyak dibanding acara2 lain. Sms pertama dari Dian di Pakjo yang mengaku mulai menyukai lagu2 Jawa diacara Campursari. Dian ini adalah orang Palembang yang memang tidak bisa bahasa Jawa, dan lagu campursari pertama yang dia ketahui adalah Cucak Rowo ^^. Ada juga orang orang Palembang asli, tapi menjadi pecinta campursari….seperti bang ABK, Cek Mar, Cimut dll.

Selain itu, pendengar Campursari yang memang dari komunitas Jawa pun banyak yang bergabung, seperti Mas Suratman, mas Ridi dan masih banyak lagi. Jujur saja, saya sambil belajar bahasa Jawa dari pendengar RDTPI.

Tadi saya juga sempat tanya tanya mengenai campursari dengan bahasa campuran, dan kebanyakan mereka senang dengan seperti ini, karena bukan hanya sekedar bisa kirim kirim salam, tapi justru logatnya membuat mereka terpingkal pingkal.

Hiduppppp Campursari….!!!!!

(Ranie)

    • tejo asmoro
    • Juli 12th, 2010

    itu lebih baik mbak Ranie’
    daripada pake bahasa kromo inggil tapi dak tau artinya,

    kalau di Baturaja kok gak berani coba capursari_campuran padahal komonitas jowo banyak disini’
    termasuk aku iki lho mbak :
    lagu faforit campursari banyuwangi’an judule
    TURU NENG DADANE

    • rdtpi palembang
    • Juli 19th, 2010

    @ Mas Tejo > matur sembah nuon seageng agengipun mas sampun komentar🙂
    Nantilah berlahan2 Insya’Allah di Baturaja juga ada Campursari nya🙂

    Wah , kalo lagu favorit saya “Lingsir wengi sama “Bakso lan Mie ayam”

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: